Chemistry, rasa yang ngga pernah bisa dijelaskan dengan kata2
Hari ini gw iseng baca2 blognya dewi lestari. Setelah kemaren Dede sempet share ke gw alamat blognya doi. Gw sendiri beberapa kali baca bukunya, tapi honestly dari beberapa buku yang sudah aku baca aku biasa2 ajah dengan gaya menulisnya. Bukan berarti dia jelek, mungkin lebih karena gw ngga ada chemistry sama dia.
Hari ini gw baca salah satu tulisannya dia yang judulnya pelukan. Ini benernya bicara tentang pertengkaran gitu deh . Baca deh.
Yang bikin gw sedikit tersentuh tuh pas disini:
‘Ngomong, dong!’ Tiba-tiba suaramu meledak murka.
Bentakanmu seperti aba-aba perwira yang menggerakkan kedua tanganku untuk tahu-tahu merengkuhmu. Refleks yang tak kusangka akan muncul.
Tubuhmu berontak. Kurasakan amarahmu, sakitmu. Kupererat rengkuhanku. Tanganmu meronta, berusaha melepaskan diri. Wajahmu kau tarik menjauh. Segala macam cara kau kerahkan untuk bebas dari pelukanku. Namun aku bertahan.
Rasakan, bisikku dalam hati. Panas tubuh kita berdua mencairkan apa yang sudah beku bertahun-tahun. Rasakan betapa lamanya kita terlelap dan membiarkan aliran itu padam. Begitu terbiasa kita memandangi taring-taring es itu hingga menjadi layaknya aksesoris ruangan, padahal kita sudah mau mati kedinginan, kekeringan. Kamu tak layak didera. Kita tak layak disiksa.
Berangsur, tubuhmu tenang. Otot-ototmu yang tegang mulai melemas, lelah meronta, dan lunglai pasrah dalam pelukanku. Kau mulai menangis. Aku mulai menangis. Lenganmu perlahan mendaki dan balik mendekapku. Kita resmi berpelukan.
Cukup lama tubuh kita terpaut hingga kata-kata yang menggantung beku mulai cair dan mengalir ke dalam darah kita masing-masing. Hatimu tahu, seperti hatiku pun tahu. Nadi kita mendenyutkan pesan-pesan yang tahunan sudah menanti untuk bersuara. Inilah keindahan yang kumaksud. Kejujuran tanpa suara yang tak menyisakan ruang untuk dusta. Sakit ini tak terobati dan bukan untuk diobati. Dan itu jugalah keindahan yang kumaksud. Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.
Hati-hati, lenganku melonggar, melepaskan tubuhmu. Aku tahu aku telah dimengerti, meski sekali saja pelukanku.
Diambil dari http://dee-idea.blogspot.com/
Ini yang kadang kita rasain dan ngga ngerti artinya karena apa. CHEMISTRY, ada temen gw yang mengartikan ini sebagai hasrat ingin menelanjangi lawan jenis/pasangannya. Ada pula yang mengartikan sebagai butterfly in ur stomach. Gw sendiri sampe sekarang mengartikan sebagai rasa semriwing ketika kita memikirkan tentang dia, aneh emang tapi saat inipun gw masih sering menikmatinya. Kadang bosen ajah ngga ada yang diributin sama pasangan, sssst gw kadang2 kangen juga berantem (huney, jgn marah yah kalo aku lagi iseng). Justru karena ribut2 kecil trus ngambek2an trus baekan lagi itu yang kadang bikin hidup kita lebih asik. Disitulah kadang kita ngerasain chemistry itu muncul.
Dan ini menurut temen2 gw yah, Hmmm katanya sih ciuman abis berantem tuh enak banget. Emang gitu yah? Kalo gw sih selalu ngerasain ciuman itu enak banget kalo dilakuinnya pake hati….. dah ah ntar malah ngelantur ngobrolnya…
Intinya : ENJOY every MOMENTS….